Archive > Chocolate

Chocolate

Pernakah Anda makan atau minum coklat? Enak bukan? Tapi apakah rahasia di balik makanan kecil berwarna cokelat ini? Mari kita intip keistimewaannya......

Apa yang terpikirkan dalam benak anda ketika mendengar kata Coklat? Apakah cemilan? Makanan? Kue? Cake? Batangan? Minuman? Atau sebuah snack? Ya, semua pertanyaan tersebut benar. Coklat merupakan sebuah makanan yang sangat terkenal di seluruh dunia. Coklat sendiri pada dasarnya berupa biji kakao. Biji kakao tersebut diolah sehingga menghasilkan coklat yang biasanya dimakan oleh kita dalam kehidupan sehari-hari. Biji kakao sendiri mula-mula diperkirakan tumbuh di daerah Amazon Utara sampai ke Amerika Tengah. Pada awalnya coklat bukan berbentuk makanan tetapi dikonsumsi dalam bentuk minuman.

Cokelat dan Kebudayaan

Keberadaan biji kokoa sangatlah penting apalagi dalam kebudayaan Meso Amerika (Suku Maya, Toltec, Aztec). Pada saat itu, biji kokoa dimanfaatkan sebagi mata uang. Selain itu, masyarakat Meso Amerika juga menganggap konsumsi coklat itu sebagai symbol status penting. Coklat dijadikan salah satu minuman dengan rasa khas dengan cita rasa tinggi. Selain itu, bagi suku Aztec, biji kokoa merupakan “makanan para dewa” sedangkan dalam upacara keagamaan digunakan sebagai mata uang dan sebagai hadiah.

Pada awal abad ke-17, coklat menjadi salah satu minuman penyegar yang digemari di istana Spanyol. Oleh karena itu, coklat menyebar di antara kaum elit di Eropa. Coklat pada masa itu, tergolong minuman yang berharga cukup mahal. Kemudian setelah melewati proses demokratis, harga coklat menjadi cukup murah dan pada akhirnya coklat menjadi minuman yang bisa dinikmati oleh kelas pedagang. Orang Eropa pada masa itu (abad ke-17) hanya mengkonsumsi coklat sebagai minuman saja. Baru sekitar tahun 1847 coklat padat mulai dibentuk. Pada saat itu, coklat akhirnya menjadi 'membumi' dan banyak didirikan 'rumah coklat' (Rumah coklat pertama dibuka pada tahun 1957).

Kandungan Cokelat

Menurut sebuah penelitian, coklat sangat bagus untuk jantung karena dapat meningkatkan detak jantung. Coklat juga mengandung unsur “theobromine” yang sangat mirip dengan kafein, unsur ini bisa membuat mata menjadi melek.

Selain itu, coklat juga mengandung “phenylethylamine”, yaitu unsur kimia yang menurut penelitian dapat menimbulkan perasaan “dicintai”. Senyawa-senyawa dalam coklat juga mampu meningkatkan kesadaran dan kemampuan berkonsentrasi. Adapun coklat hitam mengandung antioksidan yang sangat baik untuk tubuh serta dapat menjaga sistem kekebalan tubuh.

Coklat terbuat dari biji kokoa yang kaya akan senyawa beraroma bernama falovonoids yang juga terdapat di daun teh, kebanyakkan buah-buahan dan sayur-sayuran. Sampai saat ini, lebih dari 4000 macam flavonoid yang telah diidentifisikan. Tumbuh-tumbuhan mensintesis senyawa yang dapat larut dalam air ini dari asam amino phenylalanine dan asetat. Flavonoids berperan sebagai antioksida, menetralkan efek-efek buruk dari radikal bebas yang dapat menghancurkan sel-sel dan jaringan-jaringan tubuh.

Kandungan dalam satu setengah ons batang coklat hitam kira-kira memiliki 800 miligram antioksida, kira-kira sama jumlahnya seperti yang terdapat di dalam secangkir teh hitam. Pada tahun 1993, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pennsylvania State Univesity, AS menemukan suatu kesimpulan bahwa stearic acid, asam lemak jenuh yang ada di dalam coklat tidak membuat kadar kolestrol dalam darah menjadi tinggi. Dalam penelitian terakhir, coklat juga menunjukkan kemungkinan mengandung anti oksidan yang baik bagi kesehatan kita seperti yang ditemukan dalam anggur merah.

Pada tahun 1996, menurut sebuah majalah yang beredar di AS melaporkan bahwa coklat bubuk mengandung kadar senyawa phenolic yang tinggi yang bersifat anti oksidan serta berguna untuk mengurangi resiko sakit jantung koroner.

Selain itu, coklat juga bisa menimbulkan rasa senang, Serotonin dan Endorphin merupakan dua konduktor saraf yang paling dikenal. Serotonin dapat membuat orang tenang dan rileks, kadar serotonin yang rendah di dalam otak membuat orang ingin makan makanan bertepung dan makanan yang manis seperti coklat. Hal ini dikarenakan makanan yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi dapat meningkatkan kadar serotonin dalam otak.Sedangkan Endorphin dipercayai sebagai konduktor “rasa senang”, kadar hormon ini dipengaruhi oleh lemak, jadi mengkonsumsi makanan berlemak dapat meningkatkan kadar Endorphin dan meningkatkan mood seseorang.

Penyajian Cokelat

Cokelat umumnya diberikan sebagai hadiah atau bingkisan di hari raya. Dengan bentuk, corak, dan rasa yang unik, cokelat sering hari khusus. Coklat sangat menarik perhatian kita karena rasanya yang manis dan meleleh di dalam mulut pada saat dimakan. Oleh karena rasanya yang manis maka seringkali coklat dijadikan simbol rasa cinta yang manis kepada pasangan selain bunga, boneka, perhiasan, buku, baju ataupun CD dan barang elektronik.

Hari kasih sayang atau lebih sering dikenal dengan nama Valentine's Day yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini seringkali dirayakan sebagai suatu perwujudan cinta kasih seseorang. Cinta kasih ini tidak hanya ditujukan kepada pasangan muda mudi yang sedang jatuh cinta namun cinta kasih ini memiliki makna yang lebih luas lagi. Di antaranya kasih antara pasangan suami-istri, orang tua dan anak, kakak dan adik, dan lainnya. Oleh karena itu, coklat seringkali dijadikan kado ketika hari Valentine tiba. (VL)

> Back to top